Fantasi diperkosa

Ada dorongan masokistis dalam dirimu. Kadang berlebihan. Tapi aku tak tega karena aku memang bukan pemerkosa. Memang ini hanya pura-pura, cuma sebuah roleplay. Dalam batas tertentu aku menyukai dan menikmatinya. Sensasi gila. Mengikat tanganmu dengan stoking sementara pakaian kerjamu tetap melekat, dan celana dalammu menyumpal mulutmu, seperti biasa kau minta aku menjambaki rambutmu. Tiba-tiba aku tek tega, ereksi mengendur, justru di saat kau mendaki ke puncak. Nafsuku hilang. Aku merasa bersalah. Kencan yang menegangkan. Kau kecewa, diam, lalu balikkan punggung. Malam hampir berganti hari, kita bercumbu lembut. Kukatakan maaf. Kau menerimanya. Kau pun katakan maaf untuk nafsumu yang aneh.

Tinggalkan Balasan