Satu jari, dua jari, tiga jari
Pain is so close to pleasure katamu. Oh Tante In. Panjang sudah jalan kita. Kita sama-sama gila. Jelajahi berahi dalam eksperimen jalang. Ketika kau di atas selagi menyetubuhiku, untuk kesekian kalinya jari tengahku menusuk anusmu. Tapi kali itu aku nakal. Kau mengaduh tanpa melarang. Lalu jari telunjuk menemani jari tengah, mengganjal anus. Menjelang orgasmemu tiga jariku sudah bersarang di duburmu. Tidak sampai pol karena posisi tidak memungkinkan. Tapi kurasakan kedut otot itu. Kurasakan kau menikmatinya dalam sakit. Sensasi edan. Tapi di kemudian hari akhirnya kita lakukan anal sex karena kita sama-sama menginginkan sebetulnya, hanya saja takut.