Bertemu Wati, aku tersipu
Tak disangka di Starbucks aku berjumpa denganmu.
Matang. Posisi bagus di bank asing. Bersuamikan ekspat Swedia. Punya tiga anak. Tetap cantik.
Sejam buat ngobrol dan bernostalgia. Tapi aku jengah dan tersipu waktu kau ingatkan kenakalan kita di beranda samping rumahmu. Aku mengoralmu. Antara takjub, terangsang, bergairah, dan nikmat kau malah kentut. Nafsuku langsung padam.
Saat itu kita kelas 3 SMA, sudah habis ujian, tinggal tunggu pengumuman.