Perpisahan selamalaman

Sudah kutahu. Kudengar. Kamu akhirnya akan menikah, Novi. Sudah dilamar. Umur terus mengejar, katamu. Sekarang sudah 32, katamu lagi.

Jangan tanya soal cinta, tapi yang pasti aku menyukainya. Kariernya bagus, menjanjikan. Aku butuh rasa aman. Untuk anakku juga kelak.

Itu yang kamu katakan tapi kutulis di sini dalam bahasaku.

Lalu kamu usulkan sebuah perpisahan kecil. Yang hangat, mesra, tak terlupakan. Semalaman kita bercinta di kamar hotel. Kamu peras spermaku. Aku kuras lendir kewanitaanmu dengan lidahku, dengan pompaan batangku. Pada persetubuhan kedua kamu minum maniku.

Pagi kita check out. Morning quickie tidak terlalu quick. Kamu berlagak minta. Padahal kamu tahu aku ingin. Baru kita lakukan tiga kali. Pagi itu, perpisahan itu, adalah yang keempat kalinya. Penisku melesak dalam anusmu. Ejakulasi di sana.

Terima kasih sayang.

Leave a Reply