Akulah amoymu, katamu
Aku amoymu, katamu. Aku tahu kamu suka cewek chinese. Aku tahu kamu suka jajan sama pecun chinese. Akulah amoymu. Aku masih ada darah chinese. Kecuplah sipitku. Jilatilah licin halus ketiak chineseku. Elus belai cium halus lembut lurus jembut chineseku. Jilat merah dubur amoyku, sayang. Itu katamu, itu ajakmu. Kulakukan empat bulan sebelum kita punya perpisahan. Kamu indah menawan, Novi. Tapi aku tak peduli silsilahmu dari Bangka dan negeri leluhur di daratan besar. Aku tidak menganggapmu amoy. Kamu adalah seorang Novi.