Enci Nie: istimewa @ hatiku

Kau tak mau kupanggil tante padahal jauh lebih tua dariku. Enci, atau Kak, itu pilihanmu. Ketika dipanggil Mbak oleh sekitar kau lebih bahagia karena kau merasa tidak dicinakan. Saat berdua dalam intimacy kau lebih suka kupanggil Nie saja supaya tidak merasa sedang berkencan dengan brondong gigolo.

Usiamu 42 lebih. Masih jelita. Belum pernah punya anak. Susu yang kecil itu masih menawan. Pinggul masih kencang. Putih kulitmu, banyak bulu halus di lengan dan tengkukmu. Merah putingmu. Mata segarismu adalah pesona oriental yang tak membosankan. Bibir merekahmu yang tetap merah tanpa lipstik adalah karunia alam yang indah. Suara agak cedalmu yang kadang agak sengau itu justru sexy bagiku.

Kau hanya anggap aku sebagai pengisi sepi duniamu yang kian menyendiri. Aku mencoba jujur setiap kali, dengan menanya diriku sendiri. Yaitu apakah aku mencintaimu, enciku sayang?

Jangan bicara cinta, katamu. Jalani saja apa adanya, pesanmu. Kita tak saling memiliki maupun menguasai, bisikmu.