Novita: si kecil bernafsu besar
Aku tak tahu apakah aku mencintaimu. Tapi kita tak pernah bicara cinta kan? Kita hanya bilang sayang dan kangen.
Sayang. Kangen. Dua hal itu membuat mendayung sampan kebersamaan. Kadang diselingi cekcok kecil. Sesekali tengkar besar yang perdamaiannya kita rayakan dengan menebus salah dan saling memaafkan melalui persetubuhan liar yang dahsyat.
Kamu pernah bertanya misalkan dirimu bukan separuh keturunan chinese, tanpa kulit putih, tanpa puting merah, tanpa jembut lurus tipis, tanpa labia merah muda, tanpa anus merah, apakah aku masih menyukaimu?
Jawabanku lebih dari sekali adalah aku tidak peduli ras dan etnis dalam dirimu. Yang penting bagiku kamu adalah Novita.
Oktober 23, 2007 pada 9:29 am
[...] Sudah kutahu. Kudengar. Kamu akhirnya akan menikah, Novi. Sudah dilamar. Umur terus mengejar, katamu. Sekarang sudah 32, katamu lagi. Jangan tanya soal [...]